Mahārāhulovāda Sutta – MN 62

Array
  • Majjhima Nikāya
  • 62. Mahārāhulovāda Sutta

Khotbah Panjang

Nasihat kepada Rāhula

Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Kemudian, pada pagi harinya, Sang Bhagavā merapikan jubah, dan dengan membawa mangkuk dan jubah luarNya, pergi ke Sāvatthī untuk menerima dana makanan. Yang Mulia Rāhula juga merapikan jubah, dan dengan membawa mangkuk dan jubah luarnya, mengikuti persis di belakang Sang Bhagavā.

Kemudian Sang Bhagavā melihat ke belakang dan berkata kepada Yang Mulia Rāhula sebagai berikut: “Rāhula, segala jenis bentuk materi apakah di masa lampau, di masa depan, atau di masa sekarang, internal atau eksternal, kasar atau halus, hina atau mulia, jauh atau dekat, semua bentuk materi harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan milikku.’”

“Hanya bentuk materi, Bhagavā? Hanya bentuk materi, Yang Sempurna?”

“Bentuk materi, Rāhula, dan perasaan, persepsi, bentukan-bentukan, dan kesadaran.”

Kemudian Yang Mulia Rāhula merenungkan sebagai berikut: “Siapakah yang ingin pergi ke pemukiman untuk menerima dana makanan hari ini ketika secara pribadi dinasihati oleh Sang Bhagavā?” Demikianlah ia berbalik dan duduk di bawah sebatang pohon, duduk bersila, menegakkan badan, dan menegakkan perhatian di depannya.

Yang Mulia Sāriputta melihatnya duduk di sana dan berkata kepadanya sebagai berikut: “Rāhula, kembangkanlah perhatian pada pernafasan. Ketika perhatian pada pernafasan dikembangkan dan dilatih, maka itu akan berbuah besar dan bermanfaat besar.”

Kemudian, pada malam harinya, Yang Mulia Rahula bangkit dari meditasinya dan menghadap Sang Bhagavā. Setelah bersujud kepada Beliau, ia duduk di satu sisi dan bertanya kepada Sang Bhagavā:

“Yang Mulia, bagaimanakah perhatian pada pernafasan dikembangkan dan dilatih, sehingga berbuah besar dan bermanfaat besar?”

Empat Unsur Utama

“Rāhula, apapun yang internal, bagian dari diri sendiri, padat, memadati, dan dilekati, yaitu, rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, urat, tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, sekat rongga dada, limpa, paru-paru, usus besar, usus kecil, isi perut, tinja, atau apapun yang lainnya yang internal, bagian dari diri sendiri, padat, memadati, dan dilekati: ini disebut unsur tanah internal. Sekarang baik unsur tanah internal maupun unsur tanah eksternal adalah unsur tanah. Dan itu harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihatnya demikian sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, maka ia menjadi kecewa dengan unsur tanah dan menjadikan pikirannya bosan terhadap unsur tanah itu.

“Apakah, Rahula, unsur air? Unsur air dapat berupa internal maupun eksternal. Apakah unsur air internal? Apapun yang internal, bagian dari diri sendiri, air, basah, dan dilekati; yaitu cairan empedu, dahak, nanah, darah, keringat, lemak, air mata, minyak, ludah, ingus, cairan sendi, air kencing, atau apapun lainnya yang internal, bagian dari diri sendiri, air, basah, dan dilekati: ini disebut unsur air internal. Sekarang baik unsur air internal maupun unsur air eksternal adalah unsur air. Dan itu harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihatnya sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, ia menjadi kecewa dengan unsur air dan menjadikan pikirannya bosan terhadap unsur air.

“Apakah, Rāhula, unsur api? Unsur api dapat berupa internal maupun eksternal. Apakah unsur api internal? Apapun yang internal, bagian dari diri sendiri, api, panas, dan dilekati; yaitu yang dengannya seseorang menjadi hangat, menua, dan terhabiskan, dan yang dengannya apa yang dimakan, diminum, dikonsumsi, dan dikecap sepenuhnya dicerna, atau apapun lainnya yang internal, bagian dari diri sendiri, api, panas, dan dilekati: ini disebut unsur api internal. Sekarang baik unsur api internal maupun unsur api eksternal adalah unsur api. Dan itu harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihatnya sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, ia menjadi kecewa dengan unsur api dan menjadikan pikirannya bosan terhadap unsur api.

“Apakah, Rāhula, unsur udara? Unsur udara dapat berupa internal maupun eksternal. Apakah unsur udara internal? Apapun yang internal, bagian dari diri sendiri, udara, berangin, dan dilekati; yaitu udara yang naik ke atas, udara yang turun ke bawah, udara dalam perut, udara dalam usus, udara yang mengalir melalui bagian-bagian tubuh, nafas masuk, nafas keluar, atau apapun lainnya yang internal, bagian dari diri sendiri, udara, berangin, dan dilekati: ini disebut unsur udara internal. Sekarang baik unsur udara internal maupun unsur udara eksternal adalah unsur udara. Dan itu harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihatnya sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, ia menjadi kecewa dengan unsur angin dan menjadikan pikirannya bosan terhadap unsur udara.

“Apakah, Rāhula, unsur ruang? Unsur ruang dapat berupa internal maupun eksternal. Apakah unsur ruang internal? Apapun yang internal, bagian dari diri sendiri, ruang, berongga, dan dilekati, yaitu, lubang telinga, lubang hidung, pintu mulut, dan rongga di mana apa yang dimakan, diminum, dikonsumsi, dan dikecap tertelan, dan di mana benda-benda itu terkumpul, dan di mana benda-benda itu keluar dari bawah, atau apapun lainnya yang internal, bagian dari diri sendiri, ruang, berongga, dan dilekati: ini disebut unsur ruang internal. Sekarang baik unsur ruang internal maupun unsur ruang eksternal adalah unsur ruang. Dan itu harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihatnya sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, ia menjadi kecewa dengan unsur ruang dan menjadikan pikirannya bosan terhadap unsur ruang.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti tanah; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti tanah, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana. Seperti halnya orang-orang membuang benda-benda yang bersih dan benda-benda yang kotor, tinja, air kencing, ludah, nanah, dan darah ke tanah, dan tanah tidak menolak, malu, dan jijik karena hal itu, demikian pula, Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti tanah; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti tanah, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti air; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti air, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana. Seperti halnya orang-orang mencuci benda-benda yang bersih dan benda-benda yang kotor, tinja, air kencing, ludah, nanah, dan darah di dalam air, dan air tidak menolak, malu, dan jijik karena hal itu, demikian pula, Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti air; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti air, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti api; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti api, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana. Seperti halnya orang-orang membakar benda-benda yang bersih dan benda-benda yang kotor, tinja, air kencing, ludah, nanah, dan darah, dan api tidak menolak, malu, dan jijik karena hal itu, demikian pula, Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti api; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti api, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti udara; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti udara, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana. Seperti halnya udara meniup benda-benda yang bersih dan benda-benda yang kotor, tinja, air kencing, ludah, nanah, dan darah, dan udara tidak menolak, malu, dan jijik karena hal itu, demikian pula, Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti udara; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti udara, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti ruang; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti ruang, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana. Seperti halnya ruang yang tidak terbentuk di manapun juga, demikian pula, Rāhula, kembangkanlah meditasi yang seperti ruang; karena jika engkau mengembangkan meditasi yang seperti ruang, maka kontak-kontak yang menyenangkan dan tidak menyenangkan yang telah muncul tidak akan menyerang pikiranmu dan menetap di sana.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi pada cinta kasih; karena jika engkau mengembangkan meditasi pada cinta kasih, maka segala permusuhan akan ditinggalkan.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi pada belas kasih; karena jika engkau mengembangkan meditasi pada belas kasih, maka segala kekejaman akan ditinggalkan.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi pada kegembiraan altruistik; karena jika engkau mengembangkan meditasi pada kegembiraan altruistik, maka segala ketidak-puasan akan ditinggalkan.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi pada keseimbangan; karena jika engkau mengembangkan meditasi pada keseimbangan, maka segala penolakan akan ditinggalkan.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi pada kejijikan; karena jika engkau mengembangkan meditasi pada kejijikan, maka segala nafsu akan ditinggalkan.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi pada persepsi ketidak-kekalan; karena jika engkau mengembangkan meditasi pada persepsi ketidak-kekalan, maka keangkuhan ‘aku’ akan ditinggalkan.

“Rāhula, kembangkanlah meditasi perhatian pada pernafasan. Ketika perhatian pada pernafasan dikembangkan dan dilatih, maka itu akan berbuah besar dan bermanfaat besar. Dan bagaimanakah perhatian pada pernafasan itu dikembangkan dan dilatih, sehingga berbuah besar dan bermanfaat besar?

“Di sini, Rāhula, seorang bhikkhu, pergi ke hutan atau ke bawah pohon atau ke gubuk kosong, duduk; setelah duduk bersila, menegakkan tubuhnya, dan menegakkan perhatian di depannya, dengan penuh perhatian ia menarik nafas, penuh perhatian ia mengembuskan nafas.

“Menarik nafas panjang, ia memahami: ‘Aku menarik nafas panjang’; atau mengembuskan nafas panjang, ia memahami: ‘Aku mengembuskan nafas panjang.’ Menarik nafas pendek, ia memahami: ‘Aku menarik nafas pendek’; atau mengembuskan nafas pendek, ia memahami: ‘Aku mengembuskan nafas pendek.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami keseluruhan tubuh’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami keseluruhan tubuh.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani.’

“Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami sukacita’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami sukacita.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami kenikmatan’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami kenikmatan.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami bentukan pikiran’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami bentukan pikiran.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan pikiran’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan pikiran.’

“Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami pikiran’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami pikiran.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menggembirakan pikiran’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menggembirakan pikiran.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengonsentrasikan pikiran’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengonsentrasikan pikiran.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan membebaskan pikiran’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan membebaskan pikiran.’

“Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan merenungkan ketidak-kekalan’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan merenungkan ketidak-kekalan.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan merenungkan peluruhan’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan merenungkan peluruhan.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan merenungkan lenyapnya’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan merenungkan lenyapnya.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan merenungkan pelepasan’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan merenungkan pelepasan.’

“Rāhula, itu adalah bagaimana perhatian pada pernafasan dikembangkan dan dilatih, sehingga berbuah besar dan bermanfaat besar. Ketika perhatian pada pernafasan dikembangkan dan dilatih dengan cara ini, maka bahkan nafas masuk dan nafas keluar terakhir dapat diketahui pada saat lenyapnya, bukan tidak diketahui.”

Itu adalah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā. Yang Mulia Rāhula merasa puas dan gembira mendengar kata-kata Sang Bhagavā.

  • Middle Discourses 62

The Longer Advice to Rāhula

So I have heard. At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.

Then the Buddha robed up in the morning and, taking his bowl and robe, entered Sāvatthī for alms. And Venerable Rāhula also robed up and followed behind the Buddha.

Then the Buddha looked back at Rāhula and said, “Rāhula, you should truly see any kind of form at all—past, future, or present; internal or external; coarse or fine; inferior or superior; far or near: all form—with right understanding: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self.’”

“Only form, Blessed One? Only form, Holy One?”

“Form, Rāhula, as well as feeling and perception and choices and consciousness.”

Then Rāhula thought, “Who would go to the village for alms today after being advised directly by the Buddha?” Turning back, he sat down at the root of a certain tree cross-legged, with his body straight, and established mindfulness right there.

Venerable Sāriputta saw him sitting there, and addressed him, “Rāhula, develop mindfulness of breathing. When mindfulness of breathing is developed and cultivated it’s very fruitful and beneficial.”

Then in the late afternoon, Rāhula came out of retreat, went to the Buddha, bowed, sat down to one side, and said to him:

“Sir, how is mindfulness of breathing developed and cultivated to be very fruitful and beneficial?”

“Rāhula, the interior earth element is said to be anything hard, solid, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This includes: head hair, body hair, nails, teeth, skin, flesh, sinews, bones, bone marrow, kidneys, heart, liver, diaphragm, spleen, lungs, intestines, mesentery, undigested food, feces, or anything else hard, solid, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This is called the interior earth element. The interior earth element and the exterior earth element are just the earth element. This should be truly seen with right understanding like this: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self.’ When you truly see with right understanding, you reject the earth element, detaching the mind from the earth element.

And what is the water element? The water element may be interior or exterior. And what is the interior water element? Anything that’s water, watery, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This includes: bile, phlegm, pus, blood, sweat, fat, tears, grease, saliva, snot, synovial fluid, urine, or anything else that’s water, watery, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This is called the interior water element. The interior water element and the exterior water element are just the water element. This should be truly seen with right understanding like this: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self.’ When you truly see with right understanding, you reject the water element, detaching the mind from the water element.

And what is the fire element? The fire element may be interior or exterior. And what is the interior fire element? Anything that’s fire, fiery, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This includes: that which warms, that which ages, that which heats you up when feverish, that which properly digests food and drink, or anything else that’s fire, fiery, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This is called the interior fire element. The interior fire element and the exterior fire element are just the fire element. This should be truly seen with right understanding like this: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self.’ When you truly see with right understanding, you reject the fire element, detaching the mind from the fire element.

And what is the air element? The air element may be interior or exterior. And what is the interior air element? Anything that’s wind, windy, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This includes: winds that go up or down, winds in the belly or the bowels, winds that flow through the limbs, in-breaths and out-breaths, or anything else that’s air, airy, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This is called the interior air element. The interior air element and the exterior air element are just the air element. This should be truly seen with right understanding like this: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self.’ When you truly see with right understanding, you reject the air element, detaching the mind from the air element.

And what is the space element? The space element may be interior or exterior. And what is the interior space element? Anything that’s space, spacious, and appropriated that’s internal, pertaining to an individual. This includes: the ear canals, nostrils, and mouth; and the space for swallowing what is eaten and drunk, the space where it stays, and the space for excreting it from the nether regions. This is called the interior space element. The interior space element and the exterior space element are just the space element. This should be truly seen with right understanding like this: ‘This is not mine, I am not this, this is not my self.’ When you truly see with right understanding, you reject the space element, detaching the mind from the space element.

Rāhula, meditate like the earth. For when you meditate like the earth, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind. Suppose they were to toss both clean and unclean things on the earth, like feces, urine, spit, pus, and blood. The earth isn’t horrified, repelled, and disgusted because of this. In the same way, meditate like the earth. For when you meditate like the earth, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind.

Meditate like water. For when you meditate like water, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind. Suppose they were to wash both clean and unclean things in the water, like feces, urine, spit, pus, and blood. The water isn’t horrified, repelled, and disgusted because of this. In the same way, meditate like water. For when you meditate like water, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind.

Meditate like fire. For when you meditate like fire, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind. Suppose a fire were to burn both clean and unclean things, like feces, urine, spit, pus, and blood. The fire isn’t horrified, repelled, and disgusted because of this. In the same way, meditate like fire. For when you meditate like fire, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind.

Meditate like wind. For when you meditate like wind, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind. Suppose the wind were to blow on both clean and unclean things, like feces, urine, spit, pus, and blood. The wind isn’t horrified, repelled, and disgusted because of this. In the same way, meditate like the wind. For when you meditate like wind, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind.

Meditate like space. For when you meditate like space, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind. Just as space is not established anywhere, in the same way, meditate like space. For when you meditate like space, pleasant and unpleasant contacts will not occupy your mind.

Meditate on love. For when you meditate on love any ill will will be given up.

Meditate on compassion. For when you meditate on compassion any cruelty will be given up.

Meditate on rejoicing. For when you meditate on rejoicing any discontent will be given up. Meditate on equanimity.

For when you meditate on equanimity any repulsion will be given up.

Meditate on ugliness. For when you meditate on ugliness any lust will be given up.

Meditate on impermanence. For when you meditate on impermanence any conceit ‘I am’ will be given up.

Develop mindfulness of breathing. When mindfulness of breathing is developed and cultivated it’s very fruitful and beneficial. And how is mindfulness of breathing developed and cultivated to be very fruitful and beneficial?

It’s when a mendicant—gone to a wilderness, or to the root of a tree, or to an empty hut—sits down cross-legged, with their body straight, and establishes mindfulness right there. Just mindful, they breath in. Mindful, they breath out.

When breathing in heavily they know: ‘I’m breathing in heavily.’ When breathing out heavily they know: ‘I’m breathing out heavily.’ When breathing in lightly they know: ‘I’m breathing in lightly.’ When breathing out lightly they know: ‘I’m breathing out lightly.’ They practice breathing in experiencing the whole body. They practice breathing out experiencing the whole body. They practice breathing in stilling the body’s motion. They practice breathing out stilling the body’s motion.

They practice breathing in experiencing rapture. They practice breathing out experiencing rapture. They practice breathing in experiencing bliss. They practice breathing out experiencing bliss. They practice breathing in experiencing these emotions. They practice breathing out experiencing these emotions. They practice breathing in stilling these emotions. They practice breathing out stilling these emotions.

They practice breathing in experiencing the mind. They practice breathing out experiencing the mind. They practice breathing in gladdening the mind. They practice breathing out gladdening the mind. They practice breathing in immersing the mind. They practice breathing out immersing the mind. They practice breathing in freeing the mind. They practice breathing out freeing the mind.

They practice breathing in observing impermanence. They practice breathing out observing impermanence. They practice breathing in observing fading away. They practice breathing out observing fading away. They practice breathing in observing cessation. They practice breathing out observing cessation. They practice breathing in observing letting go. They practice breathing out observing letting go.

Mindfulness of breathing, when developed and cultivated in this way, is very fruitful and beneficial. When mindfulness of breathing is developed and cultivated in this way, even when the final breaths in and out cease, they are known, not unknown.”

That is what the Buddha said. Satisfied, Venerable Rāhula was happy with what the Buddha said.

Related Articles

bgf

Tantra

Two Truths, October 2014 – Bodh Gaya, India – Part 2 / 二諦 第二集 (宗薩欽哲仁波切)

Two Truths, October 2014 - Bodh Gaya, India - Part 2 / 二諦 第二集 (宗薩欽哲仁波切) by Dzongsar Jamyang Khyentse...

Most Popular

Nagarjuna’s Aspiration

Nagarjuna's Aspiration ******************************************************* . L1 : [Taking refuge & humbling oneself] . \ Prostration to...

Sattadhātu Sutta – SN 14.11

Saṁyutta Nikāya Kelompok Khotbah tentang Unsur-unsur 14.11. Tujuh Unsur Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, terdapat tujuh unsur ini....

Aggañña Sutta – DN 27

Dīgha Nikāya Aggañña Sutta 27. Tentang Pengetahuan tentang Asal-usul Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā...

Cloud Banks of Nectar by Longchenpa

Cloud Banks of Nectar by Longchenpa . A Yearning Supplication and Aspiration to the Three Roots . Victorious Ones and Your Sons in the ten...

Dutiyakathāvatthu Sutta – AN 10.70

Aṅguttara Nikāya 10.70. Topik Diskusi (2) Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman...

“Fundamental of the Middle Way” & “Averting the Arguments” (MulamadhyamakaKarikas & Vigrahavyavartani) by Nagarjuna – Part 2

"Fundamental of the Middle Way" & "Averting the Arguments" (MulamadhyamakaKarikas & Vigrahavyavartani) by Nagarjuna - Part 2 [CHAPTER 9 - An...

Buddha mengingat kehidupan masa lalu – DN2

Buddha mengingat kehidupan masa lalu - DN2 The Fruits of the Ascetic Life 1. A Discussion With the King’s Ministers So I have...
bgf